Search This Blog

Teknik Trading Saham itu Mudah, Yang Sulit itu menguasai Emosinya.

Teknik Trading Saham itu Mudah, Yang Sulit itu menguasai Emosinya.

tokobukuanemone.com

Oke kembali lagi, lagi dan lagi bersama saya Wisnu Anemone. Semoga tidak bosan ketemu saya dan membaca artikel yang memusingkan dari saya. Oke untuk kali ini saya akan menulis tentang bagaimana mengendalikan emosi saat melakukan trading saham. Ini memang sulit saya sendiri masih berusaha belajar untuk mengendalikan emosi itu. Emosi seperti GREED and FEAR benar-benar sangat membutuhkan pembelajaran yang sungguh-sungguh.

Mempelajari teknik trading terutama analisis teknikal sebetulnya cukup mudah, yang terpenting anda terbiasa untuk mempraktikannya. Misal jika anda telah membaca buku tentang analisis teknikal seperti karya Desmond Wira, Edianto Ong dan sebagainya tentu akan mudah. Tetapi jika anda belum membaca buku apapun tentang analisis teknikal bahkan tidak mencari di dalam google, maka anda pasti akan seperti orang tersesat saat masuk ke dalam bursa saham atau market.
Saya tidak akan membahas analisis teknikal secara mendalam, karena nanti saya akan mencoba membuat artikel sendiri untuk itu. Kemarin sebenarnya saya sudah membuat tulisan tentang analisis teknikal dengan penggunaan indicator MACD, mungkin ke depannya saya akan menulis juga beberapa indicator lagi. Oke sebenarnya setelah anda mempelajari tentang beberapa analisis teknikal seperti candlestick, indicator, trend an sebagainya. Bukankah seharusnya para trader itu selalu untung?. Jawabannya  ah tidak juga...

Pertama anda harus mengenal kakek buyut ini, namanya MR.MARKET, dia adalah seorang pengendali market yang mengendalikan psikologi setiap para pemain di bursa saham. Mr. Market ini terkadang berjalan tak tentu arah, tetapi kadang juga berjalan membuat sebuah jalanan yang sering disebut tren. Ada tiga tren yang biasa dikenal oleh para trader, pertama tren naik (bullish), kedua tren turun (bearish), ketiga datar (flat). Nah biasanya para trader pasti menyukai tren naik, karna ketika tren naik saham yang dibeli dapat dipastikan naik, hanya saja sampai kapan itu yang perlu dianalisis.

Bagi para pemula yang baru memasuki dunia bursa saham, terutama dibidang trading saham, saya memang menyarankan untuk pelajarilah dasar-dasarnya dulu, seperti chart, analisis teknikal, dan sebagainya. Cukup yang dasar-dasarnya dulu, sambil berjalan untuk belajar menjadi lebih baik lagi dan sampai tingkat expert. Tentu bagi pemula yang memasuki bursa saham,ketika dia mendapatkan untung pasti yang terbayangkan adalah saya sungguh berbakat dan beruntung. Itu bagus, saya juga berfikiran begitu, tetapi ketika saat bursa saham turun drastic, seperti saat bulan Mei mungkin tentu diperlukan lebih dari sekedar keberuntungan. Saya pernah rugi banyak saat itu, karena saya tahu saya masih pemula, dan saya harus menganalisis psikologi Si Mr. Market itu.
Psikologi emosi saat seorang trader yang rugi bahkan sangat banyak tentu akan membuat dirinya galau, bahkan berfikir bahwa sebenarnya trading saham itu judi. Tetapi semakin saya belajar, trading saham bukanlah judi. Jika itu judi kenapa ada yang berhasil sukses da nada yang tidak, tentu semua hal tersebut membutuhkan pembelajaran yang keras. Saya menganggap seperti ada dua orang atlet catur misalnya, yang satu belajar dan berlatih hampir setiap hari, tetapi atlet yang kedua pun melakukan hal sama belajar dan berlatih setiap hari. Lalu manakah yang terbaik, tentu hanya atlet yang berlatih sangat, sangat keras dan belajar lebih akan memenangkan sebuah pertandingan. Masalahnya kita tidak tahu potensi diri masing-masing dan berfikir oh kupikir saya sudah belajar dan berlatih sangat keras, besok saya pasti untung dalam bursa market, pun belum tentu.

Saya sendiri masih berusaha belajar dan berlatih, tentu setiap latihan yang saya lakukan akan membuat saya rugi dan kehilangan uang, itulah resiko dari bisnis trading saham ini. Resiko terbesar adalah kehilangan uang atau rugi, tetapi resiko lebih besar lagi menurut saya adalah tidak melakukan apa-apa dan selalu berda di zona nyaman sampai mati. Apakah itu buruk, karena semua orang mencari kenyamanan?. Tidak juga, semua tergantung pribadi masing-masing, hanya saja, jika kita tidak belajar dan berlatih lebih keras lagi untuk apa kita hidup, untuk apa Tuhan menciptakan semua dunia ini. Kupikir untuk menjadi berhasil terutama dalam dunia trading saham, emosi untuk bisa maju terus bahkan walaupun anda rugi menjadi kunci untuk bisa mendapatkan keberhasilan. Tentu yang paling dasar dalam trading saham adalah mengendalikan emosi GREED (serakah) dan FEAR (Takut).

Apakah GREED and FEAR bisa dikalahkan?, saya jawab bisa, yaitu dengan berlatih dan berlatih. Saya jadi teringat seorang sales yang dulu sangat takut bertemu orang dan bahkan berbicara pun bingung. Tetapi karena pelatihan dan dorongan dari pemimpin-pemimpin di perusahaan dia menjadi berubah. Tentu hal ini sama seperti saat anda menghadapi bursa saham, ketika anda rugi, anda takut untuk kembali bertemu Mr. Market, pun ketika anda merasa sudah mendapatkan untung banyak bahkan sangat banyak, tiba-tiba saham yang anda miliki yang seharusnya untung tiba-tiba turun drastic dan anda terlambat menjualnya karena ingin untung terus memberikan anda perasaan emosi. Ya begitulah Mr. Market mempermainkan anda.

Selalu ada pilihan dalam hidup ini, sebenarnya tujuan dari anda melakukan trading saham adalah tentu mendapatkan uang atau untung, tetapi tetap saja saya pikir harus ada harga yang sangat dibayar untuk mendapatkan itu. Tidak ada yang instan di dunia ini, semua membutuhkan pembelajaran dan tentu berlatih. Hanya saja terkadang orang itu hanya ingin nikmatnya saja, inginnya instan dan langsung untung, kaya dan hidup enak, tetapi orang itu tidak maumembayar harga untuk menuju kesana, seperti pengorbanan apa yang kamu lakukan. Ingat Tuhan selalu melihat kerja kerasmu, jika anda tetap mau bekerja keras, berlatih, belajar dengan keras, saya yakin anda akan mencapai apa yang anda mimpikan. Semua itu berlaku bagi apa saja, tidak hanya dalam bursa saham.

Semoga bermanfaat salam sukses untuk semua trader...^-^


sumber : tokobukuanemone.com
MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER

MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER

MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER

OKE Saya kembali menemani para penikmat saham Indonesia.hehe Kali ini saya akan memberikan sedikit sharing bagi teman-teman pengguna Sekuritas Indopremier terutama dengan aplikasinya yang bernama IPOT.
Saya akan memberikan sedikit fasilitas yang dapat digunakan sebagai bentuk proses menganalisis suatu saham di bursa saham. Jadi teman-teman saat membeli saham bisa memiliki acuan, eh kenapa saya beli saham Indofood (INDF) atau kenapa saya jual saham Bank Mandiri (BMRI) dan seterusnya,karena dengan menggunakan analisis kita jadi terbebas dari yang namanya gambling atau judi yang asal-asalan, karena judi itu haram kata bang Rhoma.hehe. Lalu analisis apa yang akan saya pergunakan? Tentu saja karena saya seorang teknikalis maka saya kan lebih menekankan terutama analisis teknikal.
Oke,Pertama saya akan memberikan wawasan tentang penggunaan indikator MACD yang terdapat dalam aplikasi IPOT. Sebelumnya saya sedkit mengulang bahwa analisis teknikal ada yg klasik dan modern, nah analisis teknikal modern ini mencakup pengetahuan tentang penggunaan indikator, ada sekitar 400 indikator lebih yang diciptakan oleh para ahli, nah salah satunya yang terdapat dalam aplikasi IPOT ini yaitu indicator MACD atau nama panjangnya Moving Average Convergence Divergence.Oke Jika gambar di atas kurang jelas mari silahkan lihat ke bawah.hehe
Chart candlestick dailly di atas adalah kode saham ANJT terakhir Jumat tanggal 23 maret 2018. Kode saham di atas hanya contoh ya.hehe… Nah dimana indicator MACD nya?. Indicator tersebut ada di atas chart ANJT.
Lalu bagaimana cara membaca kapan harus menjual dan kapan harus membeli?.
Oke jika temen-temen melihat indicator MACD, teman-teman bisa melihat dua garis yang saling bersejajar atau terkadang melingkar yang dalam aplikasi IPOT berwarna merah dan biru. Nah kapan saatnya kita membeli, yaitu kita membeli saat dua garis berpotongan (Golden Cross), memotong ke atas dari bawah menuju ke atas melewati histogram volume yang berwarna biru seperti gambar di atas. Begitupun sebaliknya kapan saatnya kita menjual saham, yaitu saat dua garis berpotongan menuju ke bawah kadang orang-orang menyebutnya (Death Cross). Apakah sesimple itu, ya secara teori memang benar seperti itu, tapi selalu ingat bahwa market selalu tidak wajar dan teman-teman harus selalu mengingat untuk selalu memasang stop loss saat analisis kita ternyata keliru karena memang market berwajah demikian.hehe… Memang itulah analisa yang mendasar bagaimana menggunakan indicator MACD dalam aplikasi IPOT tetapi semakin teman-teman sering mencoba menggunakan indikator MACD ini maka pasti teman-teman akan paham tentang pola-pola garis ini, karena seperti kata buku sampul SIDU, ” Practice Makes Perfect”.
Oke minggu depan saya akan membahas tentang indikator Stocastic dalam aplikasi IPOT juga. Smoga bermanfaat, jika masih kurang bisa tanya saya di grup WA Komunitas Saham Kudus.hehe
Back To Top