Search This Blog

MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER

MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER

OKE Saya kembali menemani para penikmat saham Indonesia.hehe Kali ini saya akan memberikan sedikit sharing bagi teman-teman pengguna Sekuritas Indopremier terutama dengan aplikasinya yang bernama IPOT.
Saya akan memberikan sedikit fasilitas yang dapat digunakan sebagai bentuk proses menganalisis suatu saham di bursa saham. Jadi teman-teman saat membeli saham bisa memiliki acuan, eh kenapa saya beli saham Indofood (INDF) atau kenapa saya jual saham Bank Mandiri (BMRI) dan seterusnya,karena dengan menggunakan analisis kita jadi terbebas dari yang namanya gambling atau judi yang asal-asalan, karena judi itu haram kata bang Rhoma.hehe. Lalu analisis apa yang akan saya pergunakan? Tentu saja karena saya seorang teknikalis maka saya kan lebih menekankan terutama analisis teknikal.
Oke,Pertama saya akan memberikan wawasan tentang penggunaan indikator MACD yang terdapat dalam aplikasi IPOT. Sebelumnya saya sedkit mengulang bahwa analisis teknikal ada yg klasik dan modern, nah analisis teknikal modern ini mencakup pengetahuan tentang penggunaan indikator, ada sekitar 400 indikator lebih yang diciptakan oleh para ahli, nah salah satunya yang terdapat dalam aplikasi IPOT ini yaitu indicator MACD atau nama panjangnya Moving Average Convergence Divergence.Oke Jika gambar di atas kurang jelas mari silahkan lihat ke bawah.hehe
Chart candlestick dailly di atas adalah kode saham ANJT terakhir Jumat tanggal 23 maret 2018. Kode saham di atas hanya contoh ya.hehe… Nah dimana indicator MACD nya?. Indicator tersebut ada di atas chart ANJT.
Lalu bagaimana cara membaca kapan harus menjual dan kapan harus membeli?.
Oke jika temen-temen melihat indicator MACD, teman-teman bisa melihat dua garis yang saling bersejajar atau terkadang melingkar yang dalam aplikasi IPOT berwarna merah dan biru. Nah kapan saatnya kita membeli, yaitu kita membeli saat dua garis berpotongan (Golden Cross), memotong ke atas dari bawah menuju ke atas melewati histogram volume yang berwarna biru seperti gambar di atas. Begitupun sebaliknya kapan saatnya kita menjual saham, yaitu saat dua garis berpotongan menuju ke bawah kadang orang-orang menyebutnya (Death Cross). Apakah sesimple itu, ya secara teori memang benar seperti itu, tapi selalu ingat bahwa market selalu tidak wajar dan teman-teman harus selalu mengingat untuk selalu memasang stop loss saat analisis kita ternyata keliru karena memang market berwajah demikian.hehe… Memang itulah analisa yang mendasar bagaimana menggunakan indicator MACD dalam aplikasi IPOT tetapi semakin teman-teman sering mencoba menggunakan indikator MACD ini maka pasti teman-teman akan paham tentang pola-pola garis ini, karena seperti kata buku sampul SIDU, ” Practice Makes Perfect”.
Oke minggu depan saya akan membahas tentang indikator Stocastic dalam aplikasi IPOT juga. Smoga bermanfaat, jika masih kurang bisa tanya saya di grup WA Komunitas Saham Kudus.hehe

0 Comment for "MARI BELAJAR MENGGUNAKAN INDIKATOR MACD DALAM APLIKASI IPOT DI SEKURITAS INDOPREMIER"

Back To Top