Search This Blog

MENGETAHUI TREN SAHAM MENGGUNAKAN CHANNEL

MENGETAHUI TREN SAHAM MENGGUNAKAN CHANNEL
Oke selamat malam, bertemu kembali dengan saya Wisnu Anemone, CEO (Chief Everything Officer) dari weblog ini. OKe untuk malam hari ini setelah lama tidak bertemu, saya ingin sharing tentang tren yang ada dalam saham. Sebagai seorang investor saham maupun trader penting untuk bagi kita untuk mengetahui tren dalam suatu saham ini menunjukkan tren apakah?.
Untuk melihat sebuah tren dalam suatu saham tentu kita perlu menggunakan tools atau alat dalam menganalisis tren suatu saham tersebut. Untuk kali ini saya akan menggunakan tools yang pasti ada disetiap sekuritas. Tools ini bisa dikategorikan sebagai suatu alat bantu dalam melakukan analisis teknikal saham. Untuk teman-teman ketahui bahwa ada dua type analisis teknikal, yang pertama analisis teknikal modern menggunakan berbagai macam indicator seperti MACD, Bollinger Band, Moving Average dan sebagainya, sedangkan analisis teknikal klasik lebih cenderung menggunakan pola atau pattern semisal, pattern head and shoulder, candlestick pattern, doji, channel dan sebagainya. Untuk artikel analisis teknikal sepertinya sudah saya bahas  dalam artikel kemarin-kemarin jadi tenang saja.
Oke untuk malam kali ini saya akan menggunakan analisis teknikal klasik dengan menggunakan trenline untuk membuat channel. Apa itu channel, channel adalah sebuah terowongan untuk mengetahui batas support dan resistance dalam suatu pergerakan saham. Ini sangat penting bagi para trader untuk mengetahui dimana batas supportnya dan batas resistancenya (batas atas dan bawah). Mari kita melihat gambar saja karena analisis teknikal pasti akan sulit kalau tidak ada gambar. Jadi mari kita lihat gambar Kode Saham INKP (PT. Indah Pulp And Paper Sinarmas Group)

Gambar di atas adalah kode saham INKP. Lalu yang mana yang disebut channel?. Yaitu dua garis panjang di atas dan dibawah yang memiliki fungsi untuk mengawal support dan resistance. Dua garis ini ibarat pagar yang dimana pergerakan saham ketika mnyentuh garis tersebut memiliki kecenderungan untuk mental atau istilahnya rebound.
Lalu bagaimana cara membuat dua garis yang membentuk channel ini?. Cara membuat channel ini cukup mudah, tarik saja garis dari titik-titik tertinggi suatu harga saham tersebut, titik-titik tertinggi ini biasa disebut garis batas resistance. Lalu sama juga tarik saja garis dari titik-titik terendah suatu harga saham tersebut yang dimana garis ini disebut support.
Setelah kita membuat channel tentu kita bisa melihat, channel tersebut memiliki kecenderungan mengarah kemana, merangkak ke atas atau kebawah maupun flat datar. Channel ini ibarat seperti pipa jadi kita bisa tahu tren suatu saham saat itu sedang naik turun atau flat datar. Jadi ketika kita tahu tren suatu saham tersebut pasti kita akan berfikir untuk membelikan atau menginvestasikan suatu saham tersebut. Tentu bagi investor jangka panjang akan lebih memilih suatu saham yang memiliki channel tren yang semakin lama semakin ke atas, itu berarti saham perusahaan tersebut sedang bagus-bagusnya karena sedang naik.
Sebaliknya ketika setelah kita membuat channel ternyata saham yang kita analisis malah menunjukkan channel tren turun tentu kita harus waspada dan mengamati. Pastinya kode saham yang memiliki channel tren turun lebih tidak diminati oleh para investor, tetapi tentunya kita harus bisa objektif karena dalam bursa saham semua memiliki kemungkinan pun dengan channel flat atau datar.
Sedikit tambahan, setelah kita membuat suatu channel dalam suatu saham tentu kita akan sudah bisa melihat bahwa tren saham tersebut sekarang naik, turun atau flat. Untuk range waktunya teman-teman bisa tentukan sendiri baik sebulan, setahun atau harian. Karena saya seorang swing trader saya melihatnya secara mingguan. Tentu semakin jauh (history) kita tarik garis channel misal bulanan atau tahunan, kita akan bisa mengetahui dalam range waktu tahunan misalnya ternyata kode saham ini memiliki channel tren jangka panjang yang bisa dilihat apakah channel ini naik dari tahun ke tahun atau flat maupun turun. Channel tran ini sangat cocok bagi seorang investor jangka panjang untuk menginvestasikan uangnya.
Semakin panjang channel yang dibuat semakin kita tahu kinerja pertumbuhan perusahaan tersebut. Setelah kita membuat channel kita jadi tahu tren saham tersebut. Tetapi perlu saya ingatkan untuk juga melihat laporan perusahaan tersebut. Walaupun ini memang ranah fundamental, tentu kita harus tahu, apakah asset dan laba yang dimiliki perusahaaan tersebut juga ikut bertambah atau naik sesuai dengan channel yang kita buat dalam artian kalau laba dan asetnya naik bertambah setiap tahun, maka tentu channel nya akan menunjukkan channel tren naik.
Jadi mari kita lebih cerdas dalam menginvestaikan uang kita kepada suatu saham perusahaan. Kita tentunya harus tahu, alasan yang paling besar mengapa anda mau membeli saham tersebut. Tentunya kita ingin membeli suatu saham perusahaan yang selalu memberikan untung, dividen dan pastinya saham yang selalu memberikan untung laba dan dividen itu pastinya harus diikuti juga oleh channel yang menunjukkan tren naik. Jika anda melihat suatu kode saham yang memiliki tren channel naik tetapi laporan keuangan saham perusahaan tersebut menunjukkan banyak rugi, hutang, asset tidak berkembang naik. Maka saya hanya bisa menyarankan berhati-hati saja untuk menginvestasikan uang anda secara jangka panjang.
Jadi kesimpulannya harus ada korelasi antara tren channel naik dengan laporan perusahaan yang bisa disebut sehat positif dalam arti labanya naik, assetnya naik, hutangnya jadi berkurang bahkan tidak berhutang dan sebagainya.
Smoga bermanfaat bagi para penikmat dunia saham...^_^
sumber : tokobukuanemone.com
Labels: Trading

Thanks for reading MENGETAHUI TREN SAHAM MENGGUNAKAN CHANNEL. Please share...!

0 Comment for "MENGETAHUI TREN SAHAM MENGGUNAKAN CHANNEL"

Back To Top