Search This Blog

Seni Berbuat (Membuat) Kesalahan



Kembali lagi saya ingin menceritakan tentang sebuah ilmu tentang seni membuat kesalahan, apa itu?. Untuk lebih jelsanya mari kita simak sebuah kisah tentang John dan Mike.
Mike adalah seorang akademisi yang percaya bahwa kesalahan membuat dia akan dicap sebagai orang yang bodoh di sebuah institusi sekolah. Mike percaya bahwa kesempurnaan dalam mengerjakan sesuatu membuat dia tetap aman dan nyaman di tempat kerjanya. Dari saat dia sekolah hingga sekarang dia bekerja Mike menjadi seorang yang selalu menghindari kesalahan.
Berbeda dengan John, John adalah seorang yang selalu membuka pikirannya, dia berfikir bahwa kesalahan wajib dan harus dia lalui jika ingin mendapatkan sebuah impian atau kesuksesan yang diinginkannya. Karna dengan kesalahan John percaya bahwa dia akan semakin belajar, dan tentu pengalamannya pun bertambah dengan dia belajar dari kesalahan tersebut. Dan John memiliki sifat selalu memaafkan dirinya saat dia membuat kesalahan.

Dari kedua kisah di atas manakah yang anda inginkan?.

Sebenarnya kesalahan adalah sebuah hal yang wajib bahkan dimanapun anda berada, dimanapun anda bekerja, bersekolah, bermasyarakat dan dimanapun itu. Namun beberapa orang sangat membenci dan bahkan menghindari kesalahan, seperti kisah Mike di atas. Apakah hal itu buruk, bisa iya, bisa tidak karna manusia memiliki sifat yang berbeda-beda.
Lalu jika begitu manakah yang harus saya pilih?
Semua benar dan semua bagus, tergantung dari cara anda mamandangnya, tetapi saya sebagai manusia yang berkembang, tentu saya ingin memilih menjadi seperti John, kenapa?. Karna John memiliki pandangan atau fikiran yang luas, dia mau menerima kesalahan dan bahkan memaafkan kesalahan itu atau kesalahan yang dia buat. Berbeda jika anda bertemu dengan mungkin teman sekantor anda, atau rekan kerja di sebuah perusahaan, pasti anda akan melihat orang-orang seperti Mike dan orang-orang seperti John.

Orang seperti Mike saat dirinya membuat kesalahan dalam kantor, mungkin dia akan mengkambinghitamkan oranglain dengan atau menyalahkan oranglain, atau dia bisa jadi berpura-pura tidak tahu dan bersembunyi saat dia membuat kesalahan dan masih banyak hal agar kesalahan itu tidak menimpa dirinya (Mike). Dalam realitas pasti anda akan menemui orang-orang semacam Mike. Seseorang yang terkadang melemparkan kesalahan ke anda hingga membuat anda dipecat dari perusahaan, atau seorang yang diam saat tahu dia melakukan kesalahan, atau bahkan tidak peduli dengan kesalahan itu.

Kesalahan-kesalahan memiliki seni kuno dalam sebuah kultur perusahaan yang bagus. Jika anda pernah melihat senior yang mengajari anda saat pertama kali anda masuk di sebuah perusahaan dan membuat kesalahan, maka lihatlah senior anda itu, apa yang akan dia lakukan saat anda membuat kesalahan, dan apa yang anda juga lakukan saat anda tahu membuat kesalahan. Maka pastilah anda akan mengerti bahwa ada banyak orang yang memandang kesalahan sebagai sebuah pembelajaran dan ada juga orang yang memandang kesalahan sebagai sebuah pengalaman belajar yang sangat-sangat berharga darinya.

Jika anda melihat orang-orang seperti John, maka anda akan melihat Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu listrik) yang entah berapa kali dia membuat kesalahan, berapa kali dia gagal dalam percobaannya hingga dia akhirnya menjadi orang yang sukses dengan mendirikan GE (General Electric Company) yang hingga sekarang digunakan oleh semua orang di dunia, seandainya dulu Thomas Alfa Edison menjadi seorang yang seperti Mike, seorang yang takut dan menghindari kesalahan, pastilah dunia ini sekarang masih gelap gurita.
Jadi saya percaya bahwa kesalahan adalah sebuah seni bagi mereka yang mau memandang itu sebagai sebuah pengalaman, pembelajaran, hingga akhirnya dia berhasil menemukan secercah kesuksesan di dalam tumpukan-tumpukan kesalahan yang dia buat, seperti Thomas Alfa Edison, Steve Jobs, Albert Einsten dan masih banyak lagi. Dan Saya percaya semua orang pasti adalah seseorang yang telah melewati neraka kesalahan dan belajar dari itu.

Terimakasih dan tetap semangat....
Labels: leadeship

Thanks for reading Seni Berbuat (Membuat) Kesalahan. Please share...!

0 Comment for "Seni Berbuat (Membuat) Kesalahan"

Back To Top